Senin, 17 September 2018

ALOPESIA? APA ITU?


ALOPESIA? APA ITU?

      


https://www.timlo.net/baca/68719743111/para-peneliti-temukan-obat-kebotakan/

     Bagi anda yang mengalami kebotakan pada bagian kepala mungkin ada sedikit kebingung mengapa hal itu dapat terjadi. Hal ini relatif mengganggu dilihat dari segi estetika akan menggagu dalam hal tingkat kepercayaan diri anda. Mengapa hakhal ini dapat terjadi? Kebotakan dapat tejadi dengan berbagai sebab. Seperti :genetik, kontak dengan paparan kimia, kurangnya nutrisi dan penggunaan obat – obatan tertentu. Adapun mekanisme kebotakan tereltak salah satunya akibat turunnya aliran darah menuju folikel dan kepala sehingga dengan kejadian tersebut, akar rambut lemah dan nutrisi yang di dapatkan berkurang. Lemahnya akar rambut dan asupan nutrisi yang kurang akan memicu sintesis dihiotestoteron.
     Efeknya adalah  fase anagen ( fase aktif ketika rambuh tumbuh ) lebih singkat dan rambut yang dihasilakan lebih rapuh dan tidak tebal. Lama kelamaan, hal ini akan menyebakan kebotakan. Kebotakan dapat di bagi menjadi dua yaitu alopesia scarring ( kebotakan secara permanen ) dan nonscarring alopesia ( kebotakan tidak permanen). Untuk obat – obatan yang dpat anda konsumsi akan di jabarkan di bawah ini :

      Anda bisa menggunakan bahan herbal seperti : lidah buaya, minyak kemiri , buah zaitun, daun seledri yang dapat anda dapat aplikasikan dalam bentuk masker kepala. Atau anda dapat menggunakan obat – obatan seperti di bawa ini, akan tetapi harus atas petunjuk dokter:
  • Minoxidil topical : dapat mencegah kebotakan dengan cara meningkatkan proporsi folikel pada fase anagen serta dapat meningkatkan ukuran folikel rambut. Rambut akan terlihat tebal pada Minggu ke 6 – 8. Tetapi terjadi peningkatan yang signifikant pada Minggu ke 12- 16. Jika hendak menggunakan obat ini harus dengan konfirmasi dokter.  Efek samping yang dapat terjadi seperti iritasi pada kulit kepala, tangan, peningkatan denyut jantung ( takikardi)
  • Tablet finasteride : obat ini berfungsi untuk menginihibisi dihidrotestoterone dan berkometisi pada  dihidrotestoterone penyebab terjadi kebotakan dikarenakan mininutrisi. dihidrotestoterone  disintesis dari hormon testoteron. Tahu kan hormon testoteron untuk apa? Efek samping yang akan terjadi berupa disfungsi ereksi dan penurunan gairah seks.

Penggunaan obat ini harus dilakukan pemeriksaan fisik terlebih dahulu  : apakah ada peradangan pada kulit kepala,kemerahan. Kedua, dilihat pola distribusi rambut, dan ketiga menggunakan contrast paper untuk menentukan kualitas batang rambut.